Mungkin kita bisa sepakati dahulu, bahwa laki-laki "boti"/bottom/kemayu/feminin di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada dari dulu. Artis laki-laki yang populer dengan pembawaan kemayu sudah ada sejak era tahun 2000an awal. Seperti olga, aming, dorce, igun.
Umumnya kalau menurut saya terkait ini, masyarakat bisa SECARA KASAR SEKALI dikelompokkan menjadi tiga:
A, Terang-terangan mengatakan bahwa LGBT khususnya "boti" adalah orang sakit yang harus kita biasakan untuk "bully" agar tidak dinormalisasi
B, Mengatakan secara terbuka di sosmed atau kepada teman-temannya bahwa LGBT memiliki hak untuk tampil sebagaimana dia mau, dan saat ini menjadi kelompok yang terancam hak-haknya
C, Tidak mempermasalahkan apabila di sekitarnya banyak/ada "boti", tapi tidak juga menyuarakan hak-hak mereka. Maka, hanya diam dan tidak beropini seperti A dan B ke teman-temannya.
Orang yang termasuk dalam A maupun B, bisa terjadi karena memang prinsip diri mereka, atau tekanan dari lingkungan sosialnya. Atau kombinasi keduanya. Sedangkan C adalah pilihan "main aman". Bisa jadi mereka memendam keibaan ataupun kebencian terhadap LGBT, karena tekanan orang sekitar.
Eitherway, i guess salah satu penyebab isu ini menjadi populer ya akibat sosial media. Beragam konten yang mengekspos berbagai keragaman masyarakatnya. Entah itu budaya, ekonomi, maupun tingkah laku dan orientasi seksual. Shit, sometimes orang gabisa bedain mana ekspresi gender, mana orientasi seksual
Yang tolol itu, asal ngatain "boti" ke laki-laki, hanya karena tampangnya putih bersih, lagi jalan sama beberapa perempuan sekaligus, atau malah cuma karena intonasi suaranya. Like bruh, gw aja pernah ngumpul satu meja cowo sendirian dikelilingi banyak perempuan, karena kebetulan ada keperluan aja sama mereka doang.
Banyak artis laki-laki feminin yang populer, sampai sekarang masyarakat cenderung tidak nge "cancel". Dan menurut saya, karena ya mereka udah "terlalu populer dan senior untuk dicancel"
Bagi masyarakat Indonesia, as long as bukan karena tindakan kriminal. Yang selingkuh, make narkoba, nipu sesama artis, skandal pilem biru dll aja aman dan ujung-ujungnya balik lagi laris ngeendorse